Piagam Penghargaan Ibu

Piagam Penghargaan Ibu – Sebuah keluarga baru saja pindah sebuah rumah baru yang lebih besar. Mereka mulai menata barang-barang di dalam rumah. Bersama-sama mengangkat, menggeser, dan memindah berbagai macam perabot rumah dengan diselingi canda dan sapa akrab di antara mereka.

Dalam keluarga itu, Ayah dan kedua anaknya memiliki kesamaan minat dan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, seperti olah raga, seni, dan kegiatan sosial lainnya. Hal tersebut terlihat dari berbagai piala dan piagam yang telah berhasil di dapatkan. Bahkan tak jarang kedua anaknya sering menjuarai berbagai perlombaan maupun prestasi akademik.

Piagam-piagam yang telah didapatkan banyak yang terbengkalai, dibiarkan tertumpuk begitu saja saat berada di rumah yang lama terasa sempit, sesak dengan perabotan. Saat berada dirumah baru yang lebih besar, mereka teringat mengenai banyaknya piagam yang dibiarkan tertumpuk begitu saja. Setelah memikirkan bersama, mereka memastikan piagam dan piala akan ditempatkan di ruang tamu dengan menambahkan rak pajang. Sambil bernostalgia mengingat saat kemenangan, si sulung berkomentar, “Bu, rasanya enggak komplit lho, di antara piala dan piagam ini tidak ada nama ibu. Waktu ibu muda sampai sekarang, apa ibu enggak pernah ikut pertandingan?”

Piagam Penghargaan Ibu

Piagam Penghargaan Ibu [pinterest.com]

“Iya ya… kok cuma ibu aja yang belum ada” kata si bungsu.

Sang Ayah dengan bercanda berkata “Wah kalau ibu kalian ikut bertanding dan menjadi pemenang juga, kita semakin repot dong mencari tempat untuk menyimpan piala dan piagam ini, hahaha,”.

“Eh, Ibu juga punya piagam, lho… Bukan hanya satu, tapi dua! Penasaran? Kalau ingin tahu piagam apa yang ibu punya, sediakan saja dua paku kosong, besok akan ibu gantung piagamnya di sana,” sambil tersenyum misterius, ibu melanjutkan kerjanya.

Ayah dan anak saling bertanya lewat tatapan mata. Bersamaan mengangkat bahu tanda masing-masing tidak mempunyai jawaban atas pernyataan piagam rahasia milik ibu. Dengan penasaran, keesokan harinya mereka segera melihat di ruang tamu. Ah… pakunya masih kosong! Saat selesai makan malam, ibu pun mengumumkan layaknya seorang pembawa acara.

“Hadirin, sesuai janji kemarin, piagam yang ibu dapatkan sudah tergantung di tempatnya, silakan ke ruang tamu untuk melihatnya!” Mereka berhamburan ke ruang tamu ingin segera tahu, kejuaraan apa yang telah dimenangkan oleh ibu atau piagam penghargaan seperti apa yang telah dirahasiakan ibu selama ini? Pasti sangat luar biasa sampai orang serumah tidak pernah ada yang tahu.

Setiba di sana, terpampang di tembok telah di pigura, akte kelahiran masing-masing anak. Mereka terkesima dan begitu tersadar, si sulung segera memeluk ibunya, “Iya Bu, ini adalah piagam paling berharga di seluruh dunia. Pertanda Ibu telah memenangkan pertandingan terbesar dan terhebat karena diperjuangkan dengan taruhan nyawa. Piala dan piagam yang kami dapat, tidak sepadan dengan piagam yang ibu punya. Terima kasih telah mengingatkan dan maafkan kesombongan kami, Bu,” dengan terharu mereka berpelukan.

Sobat…..

Seorang ibu, walaupun tanpa piagam dan penghargaan apapun, tetap adalah pahlawan bagi anak-anaknya. Entah semewah atau sesederhana apapun sebuah rumah, sosok ibu adalah tempat terindah untuk anak-anaknya pulang. Semoga, saat ini masih ada kesempatan buat kita untuk berbakti kepada ibu dan senantiasa mensyukuri bahwa melalui dialah kita ada. (@M)

Jangan lupa baca juga A Gift from the Heart for Women klik disini

, , , ,