Sebuah Renungan

Sebuah Renungan - Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua kesibukan sehari-hari maka kita akan menyadari bahwa manusia jaman sekarang ini paling lama umurya 80 tahun. Itu pun sudah termasuk panjang umur. tetapi kita sering lupa akan hal ini sehingga mati-matian mengejar uang, harta, jabatan dan mngeabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina orang yang tidak seberutung kita dan menjilat serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.

Sebuah Renungan

Sebuah Renungan [dakwah.glestradio]

Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatannya dan bukan pada pribadi seseorang. ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, matrealistis, dan mebutakan hati nurani kita sendiri. Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer kekayaan, pamer ruamah, pamer mobil, dan lai-lain. Padahal itu semua hanya membuat orang tidak seberuntung kita menjadi panas hati dan iri hati.

Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Itu semua membuat kita merrasa puas, bahagia, rendah hati dan mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita.

Rejeki kita tidak akan habis, malahan rejeki kita akan lancar dan tidak terputus jika kita mau berbagi sebagian rejeki kita untuk orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan bantuan kita.

Marilah hidup ini kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Refrensi: daunlontar dan jagatmotivasi.com

Simak juga kisah Perjuangan Ibu Mengandung Dengan Luar Biasa

, , , , , , , , , ,